Karya Amal oleh hamba_tarbiyah

Scientific Proof of Halal Food for Muslim

Dec 3, 2009 , Posted by hamba_tarbiyah at 2:53 AM

In order from Allah in the Al-Quran, each of a muslim should eat the halal food, but why? It was significant to us to know such as a muslim adherent.

But remember, for a muslim there won't needing a scientific research to proof the Syari'at of halal or haram and also to "beriman" on the wahyu, it is not prerequirement, never and ever.

Our faith(Keyakinan dan Kepercayaan) is base on Order of Allah,
not the scientific proof or research.
Our "keimanan" is base on the "الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ", "Kebenaran itu daripada Allah".(Refer: Yunus:94),
not the scientific proof or research or the other else, no and no.
It is a genuine of "Prinsip Aqidah".

Please kindly read the dialogue below (the picture attached).

Firmanullahu Taala:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ

"Diharamkan kepada kamu (memakan) bangkai (binatang yang tidak disembelih) dan darah (yang keluar mengalir) dan daging babi (termasuk semuanya) dan binatang-binatang yang disembelih kerana yang lain dari Allah dan yang mati tercekik, dan yang mati dipukul dan yang mati jatuh dari tempat yang tinggi dan yang mati ditanduk dan yang mati dimakan binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih (sebelum habis nyawanya) dan yang disembelih atas nama berhala dan (diharamkan juga) kamu merenung nasib dengan undi batang-batang anak panah. Yang demikian itu adalah perbuatan fasik...."(Surah Al-Maidah: 3)

(Click to enlarge for reading)


(Click to enlarge for reading)



Once again, my kindly visitors..
Please remeber!
Our faith(Keyakinan dan Kepercayaan) is base on Order of Allah,
not the scientific proof or research.
Our "keimanan" is base on the "الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ", "Kebenaran itu daripada Allah".(Refer: Surah Yunus, Ayat 94),
not the scientific proof or research or the other else, no and no.
It is a genuine of "Prinsip Aqidah",
Take note of Tauhid Rububiyah,
Take note of Tauhid Uluhiyah,
and Take note of Asma' Wasifat.

Currently have 0 comments:

Leave a Reply

Post a Comment